in Group dan Out Group
Konsep in Group dan out group merupakan pencerminan dari adanya
kecendrungan sikap “etnocentrisme” dari individu dalam proses
sosialisasi sehubungan dengan keanggotannya pada kelompok sosial yaitu
suatu sikap dalam menikai kebudayaan lain dengan menggunakan ukuran
sendiri (Polak 1996: 166). Sikap in group didasari perasaan simpati atau
antipati. In Group dan out group dapat ditemui pada seluruh masyarakat
yang susunannya sederhana maupun kompleks
Primary Group dan Secondary Group
Primary Group adalah kelompok-kelompok yang ditandai ciri-ciri kenal
mengenal antara anggota-anggota serta kerjasamanya erat yang bersifat
pribadi. Pendapat dari Selo Soemarjan dan Soemardi dalam “Setangkai
bunga Sosiologi” (1964: 401) menyatakan bahwa Primary Group merupakan
kelompok kecil yang permanen berdasarkan saling mengenal secara pribadi
diantara anggotanya. Konsep Davis (1960: 290) memperjelas pendapat,
Cooley bahwa ciri-ciri utama Primary Group adalah kondisi-kondisi fisik,
sifat hubungan primer dan kelompok-kelompok yang konkret dan hubungan
primer.
Secondary Group merupakan kebalikan dari
Primari Group. Secondary Group sebagai kelompok-kelompok yang besar,
yang terdiri dari banyak orang antara siapa hubungannya tidak perlu
berdasarkan kenal mengenal secara pribadi dan sifatnjya tidak begitu
langgeng.
Gemeinschaft dan Gesselschaft
Tonnies dan Loomis menyatakan bahwa Gemeinschaft adalah bentuk kehidupan
bersama dimana anggotanya diikat oleh hubungan batin yang bersifat
alamiah dan dasar dari hubungan tersebut adalah rasa cinta dan kesatuan
batin yang telah dikodratkan. Sedangkan Gesselschaft adalah berupa
ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu yang pendek,
bersifat imajiner dan strukturnya bersifat mekanis sebagaimana terdapat
dalam sebuah mesin. Contoh bentuk Gemeinschaft adalah dijumpai dalam
keluarga, kelompok kekerabatan dan rukun tetangga. Contoh Gesselschaft
seperti ikatan antara pedagang, organisasi dalam suatu pabrik, industri
Formal Group dan Informal Group
Formal group merupakan kelompok yang mempunyai peraturan tegas yang
sengaja diciptakan untuk mengatur hubungan diantara anggotanya. Biasa
disebut juga Association dimana anggotanya mempunyai kedudukan yang
disertai dengan pembagian tugas dan wewenang. Contohnya : perkumpulan
pelajar, himpunan wanita, persatuan sarjana, sedangkan informal group
tidak mempunyai struktur dan organisasi yang pasti. Contohnya : Klik
(Clique) yang merupakan bentuk kelompok kecil tanpa struktur formil.
Kelompok Sosial yang tidak Teratur
Bentuk-bentuk kelompok sosial yang tidak teratur dapat digolongkan ke
dalam dua golongan besar yaitu kerumunan (crowd) dan publik
Masyarakat Pedesaan (Rural Commumnity) dan Masyarakat Perkotaan (Urban Community)
Masyarakat Setempat (Community, Komunitas)
Ciri-ciri utama masyarakat setempat adalah adanya social relationship
antara anggotanya. Kriteria masyarakat setempat menurut Davis (1960:
313) adalah :
- Jumlah penduduk
- Luas, kekayaan dan kepadatan penduduk daerah pedalaman
- Fungsi khusus dari masyarakat setempat terhadap seluruh masyarakat organisasi masyarakat yang bersangkutan